Kisah Tentang Orkestra

Nyanyian Rakyat Kecil

Kisah Tentang Orkestra

Oleh Saleh Mude, Bendahara Umum Orkestra

ORKESTRA
Nyanyian Orang Kecil
Saya bersyukur bisa ikut merintis, deklarasi, dan menjadi pengurus hingga hari ini di Orkestra, Organisasi Kesejahteraan Rakyat.

Alkisah itu bermula, ketika di penghujung 2013, saya dua kali berkunjung ke rumah sahabat saya, Poempida Hidayatulloh di kawasan Mampang Perapatan, Jakarta Selatan. Kami bincang tentang fenomena menjelang pemilihan presiden 2014. Saya mengusulkan ke bang Poempi, pentingnya membuat lembaga kajian ketika itu. Poempi merespons positif dan mengaku sudah punya ide dan nama lembaganya, Orkestra.

Kami menyepakati deklarasi pendirian Orkestra pada hari Jumat, 14 Februari 2014 di Gedung Perpustakaan Nasional Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Kami daulat Poempida, menjadi Ketua Umum; M. Niko Kapisan, Sekretaris Jenderal; dan saya, M. Saleh Mude, Bendahara Umum untuk periode kepengurusan, 2014-2019.

Rentang waktu, 2014-2018, kami pengurus Orkestra berkumpul dan berdiskusi beberapa kali di beberapa tempat, mulai di kawasan Mampang Perapatan, Gedung Kodel, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan; dan Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, sekaligus merintis pembentukan pengurus daerah Orkestra di beberapa provinsi dan kabupaten.

Kami fokus ke tema-tema diskusi yang ringan dan membumi, pemberdayaan masyarakat kecil (wong cilik), mulai persoalan penghasilan, sandang pangan, hingga pendampingan hingga advokasi terhadap masalah-masalah orang kecil yang belum banyak menikmati arti kesejahteraan.

Kemarin, Sabtu, 29 September, kami menggelar Rapat Kerja Nasional, dihadiri oleh puluhan pengurus pusat dan daerah, mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan dan hari ini, Ahad, 30 September, Penutupan Rakernas digelar secara meriah di Gedung Jamsostek, BPJS Kesehatan, Jalan Gatot Subroto.

Selamat dan sukses untuk seluruh pengurus dan peserta Rapat Kerja Nasional Orkestra dari Sabang hingga Marauke. Tugas kita adalah terus berpikir dan berbagi bersama dengan orang kecil, orang pinggiran kapan dan dimana pun kita berada. M. Saleh Mude

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: