Pandangan Bendahara Umum Orkestra di Rakernas

Nyanyian Rakyat Kecil

Pandangan Bendahara Umum Orkestra di Rakernas

ORKESTRA
Hari ini, Ahad, 30 September 2018, saya bersyukur diberi kesempatan bicara beberapa menit di hadapan peserta dan tamu, “acara penutupan Rapat Kerja Nasional Orkestra,” di Menara Jamsostek, Jakarta.

Orkestra adalah Organisasi Kesejahteraan Rakyat, dideklarasikan, 14 Februari 2014 di Jakarta oleh Poempida Hidayatulloh dkk.

Saya memulai pembicaraan saya dengan mengutip kisah seorang Sufi, ahli ibadah besar, Ibrahim ibnu Adham. Dikisahkan, “suatu hari Ibrahim mendengar suara di balik atap istananya, Tuhan itu dekat dengan orang-orang tak berdaya, orang pinggiran (wong cilik).” Spontan Ibrahim meletakkan pakaian dan meninggalkan kebesaran istananya, dan mulai hari itu ia menjadi anggota kelompok pencari Tuhan, Sufi.

Poempida
Kenapa saya tertarik ikut deklarasi dan aktif di Orkestra? Karena saya kenal baik Poempida, ketua umum Orkestra. Poempi adalah sosok pemuda yang gagah, cerdas, pernah aktif di Golkar, mantan anggota DPR RI, sederhana, merakyat, dan alumni philosophy doctor (Ph.D) program, Inggris. Poempi kini tercatat sebagai salah satu anggota dewan pengawas BPJS Ketenagakerjaan.

Pesan & Harapan
Saya berharap kepada semua pengurus daerah dan utusan peserta Rapat Kerja Nasional Orkestra, dari Sabang sampai Maraoke, selamat jalan, kembali ke kampung halaman masing-masing, jangan pernah ragu memperkenalkan dan merekrut anggota baru Orkestra. Syaratnya simple, orang yang memiliki pimikiran dan hati untuk membela dan memperjuangkan rakyat kecil.

Saya termasuk orang yang optimis, Orkestra akan menjelma menjadi organisasi besar, memiliki pengurus daerah di seluruh provinsi di tanah air, bahkan di luar negeri.

Pengurus Orkestra adalah pribadi-pribadi sederhana, yang memiliki pemikiran, hati, dan komitmen mendengarkan dan membantu rakyat kecil. Tanah Abang, 30/30/208. M. Saleh Mude

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: